Berangkat dari kepergian penulis untuk menghadiri sebuah majelis di Paris 2, Pontianak, di salah satu masjid disana. Berdasarkan apa yang ditangkap penulis dan sekarang sudah menjadi pandangan yang terekam dan membekas. Bahwa bersama bukan hanya soal bersama-sama dalam satu tempat dan ruangan yang sama. Akan tetapi, juga mencakup keterikatan antara satu pihak dengan pihak lain.
Oleh karenanya, disebut juga bersama apabila dua orang atau lebih berada pada dimensi waktu dan tempat yang berbeda selama mereka mempunyai keterikatan. Entah itu keterikatan akan keluarga, pemerintah, organisasi, instansi dan lainnya.
Sehingga memang benar, apabila dua orang manusia yang dirundung asmara merasa tetap bersama meski jarak memisahkan mereka. Atau seorang suami yang berpisah jauh dari isterinya karena tuntutan keluarga, keduanya tetap menyatakan bahwa mereka hidup bersama.
Sejauh ini, secara sederhana makna bersama dapat dipahami secara gamblang. Manakala seseorang tetap menganggap bahwa bersama harus berada dalam satu tempat dan waktu yang sama. Maka, ia keluar dari hakikat makna bersama yang sesungguhnya.
