Feature

Baca Doa Keliling Kampung

Baca Doa Keliling Kampung

Adapun bacaan doa yang dipanjatkan yaitu doa rasul, doa selamat, doa arwah, khatamul quran, dan doa tolak bala. Selain dipanggil di bulan tersebut sebagai kiriman doa yang dilakukan masyarakat kepada orang tua, nenek, atau nenek moyang yang telah meninggal. Beliau juga pembaca doa saat ada khatamul quran, sunatan dan pernikahan.

“Pak Muin, kalau pagi bace doa dibayar atau tidak?” Tanya Mak Nyah pemilik toko.

“Dikasih. Kadang-kadang dijemput pula, sampai di rumah setelah baca doa diberi makan dan pulangnya diberi duet.” Jawab Pak Muin.

“Kalau Pak Muin tak diberi duet, memang orang itu kurang paham. Udah tinggalkan kerje, tinggalkan anak,” cetus Mak Nyah sembari mengatur barang jualannya.

Menurut Pak Muin, pekerjaan yang ia geluti sebagai petani, sudah bisa mencukupi kebutuhannya dan pembacaan doa hanya sekedar tolong menolong.

“Dikasih syukur, tak dikasih tak apa-apa,” tegasnya.

Namun di saat ini kesadaran masyarakat masih ada dan tidak terdapat satu pun warga yang tidak memberi sebagai imbalan terima kasih. Tentu jika tidak uang bisa makanan. Atau semacamnya.

Pada tahun 2013, beliau menerima pemberian tiket umrah pemberian dari H. Husein, Kakanwil di Kalbar dan saat ini pula beliau dibayar oleh penyuluhan dari kantor agama Kabupaten Mempawah setiap 6 bulan sekali sebagai guru mengaji di kampungnya. (*)