Featured

Kejahatan Tidak Harus Dibalas dengan Kejahatan

Kejahatan Tidak Harus Dibalas dengan Kejahatan

Kadang-kadang menyikapi suatu masalah ada yang berlebih-lebihan dengan sikap dan kata-kata yang kurang pantas terhadap masalah yang kita tidak saksikan langsung, hanya diketahui melalui pemberitaan media. Apalagi masalah itu sudah bercampur baur dengan berbagai kepentingan termasuk kepentingan politik dan lain-lainnya.

Perlu berhati-hati dengan jiwa tenang ketika menyikapi masalah, apa pokok masalahnya? apa latar belakang munculnya masalah itu? Bagaimana kronologisnya sehingga masalah itu muncul? Ketika kita menyikapi dengan cara apa? Apakah cara menyikapinya mendatangkan maslahah? Berdampak kepada kebaikan? Atau mendatangkan masalah baru? Atau cara sikap kita berdampak buruk kepada kita sendiri?

2. Nabi SAW menegur Aisyah istrinya karena sikapnya langsung emosi dengan kalimat kasar ‘semoga kamu binasa, dilaknat Allah dan dimurkai’ . Ini sikap berlebih-lebihan. Luapan emosi yang tidak terkendali menyebabkan dengan gampang keluar kata-kata kasar, kotor dan keji yang justru bertentangan dengan ajaran dan adab etika Islam.

Jangan gampang dan terbiasa mengucapkan kalimat kamu dilaknat Allah, kamu dimurkai Allah, kamu dikutuk, kamu biadab, anjing, babi dan semacamnya. Apalagi diungkapkan di ruang publik, sedang ceramah, ceramah agama lagi, di media sosial.

Kata-kata kasar dan kotor adalah cerminan kepribadian seseorang.

Makanya salah satu kriteria pemimpin dan tokoh yang baik adalah yang bisa menahan emosi, menyikapi masalah dengan tenang bijak dan arif.