Kabar Duka

In Memoriam: Ratu Suri Pakunegara Tayan

In Memoriam: Ratu Suri Pakunegara Tayan

Sejak 1945 hingga 1960, Nursinah mengikuti sang suami, Gusti Ismail, selaku panembahan atau raja pada zamannya hingga menyandang jabatan sebagai Wedana di Tayan dalam bagian administratif Kabupaten Sanggau.

Sekalipun sebagai isteri seorang tokoh terkemuka, mengikuti cara baik sang suami yang santun, Nursinah pun menjadi perempuan tekun dan penuh vitalitas.

Banyak kenangan yang ditinggalkan dan akan selalu dikenang darinya. “Hidup sederhana namun harus berpikir mulia”, begitulah yang selalu diajarkan kepada anak-anaknya.

Hajah Utin Nursinah merupakan kerabat keluarga Kerajaan Sanggau Kapuas ini dikenal sangat sederhana, selalu menjaga penampilan, tutur kata santun yang teratur, menjelmakan dirinya sebagai seorang penuh pesona.

Kini sosok yang dihormati banyak kalangan ini telah menyudahi perjalanan panjangnya. Hajah Utin Nursinah Ismail yang terlahir dalam bulan Desember 98 tahun lampau, seyogyanya pada Desember depan genap 99 tahun.

Kini wanita pejuang salah seorang Eksponen Angkatan 45 Kalbar itu telah berpulang memenuhi suratan takdir untuk menemui Khaliknya.
Selamat jalan Ibu, Insya Allah husnul khatimah… (*)