Beliau membalas WA tersebut, “Membantu adalah sesuatu yg wajib. Untuk kita lakukan.
Kalau kita mati mobil tinggal. Yang dibawa hasil manfaat dari dari mobil itu. Jangan pernah takut rugi untuk membantu sesama mahluk hidup baik manusia, binatang dan tumbuhan.
Wajib kita bantu. Biarlah apa yang orang akan katakan. Karena kita tak ada urusan dengan orang lain. Urusan kita hanya urusan dengan Allah. Subhanahu wa ta’ala.
Hari ini Kamis (25/03/2021). Pukul 14:34. WhatsApp masuk.
Bang Man IMK: “Kepada semua sahabat. Mohon doakan. Lancarkan dan mudah kan jalan istri saya menuju. Pulang.”
Ternyata, Istri terkulai lemah dan tak berdaya karena sudah tak mampu lagi untuk cuci darah. “Bang antar saye pulang, biarkan saye tenang dirumah. Abang ikhlaskan saye ye.”
Bang Man IMK, Hanya mengirim photo istrinya terkulai lemah di kursi mobil depan sambil rebahkan badan. Fokus pada jalan menuju Desa Wajok Hilir KM. 13,4. WA nya saya balas,”Ya Allah, anugerahkanlah untuknya mati syahid di jalan-Mu, dan jadikan kematiannya di negeri Rasul-Mu shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Pukul 14:37. Bang Man IMK: “Innalillahi wainnalilahi rajiun.”
