Kuliner

Lempok Bungkus Daun Rerit dari Iman

Lempok Bungkus Daun Rerit dari Iman

Ustadz itu guru kami di Jongkong, sekarang sudah wafat. Dan, melihat lempuk bungkus daun rerit itu membuat Didi jadi ingat almarhum.

Rupanya, ketika lempuk ini sampai di rumah, Emak pun takjub.

“O… ada lempuk bungkus daun rerit”.

“Lama dah tak liat,” tambah beliau.

Emak membuka bungkus ditunggui kami dengan tidak sabar. Setelah dipotong kecil, kemudian dihidangkan.

Kami mencicipi makanan khas itu dengan semangat. Maklum, makanan penuh kenangan.
Trims Didi, trims Iman.

Sambil menyantap potongan lempuk itu saya terpikir, alangkah baik jika para penjual kuliner mengetahui hal ini. Mungkin bisa jadi inspirasi untuk menjual sesuatu yang khas. (*)