Setelah usianya genap dua puluh tahun, Haji Ismail Mundu kemudian menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya. Di sana beliau mengakhiri masa lajangnya yang kemudian menikahi seorang gadis berdarah Arab yang bernama Ruzlan Alhabsyi. Mungkin Allah berkehendak lain, pernikahan dengan gadis Arab itu tak berlangsung lama. Istrinya pulang ke rahmatullah. Namun, rasa sedih itu diobati dengan menikah kembali dengan seorang gadis yang berasal dari Pulau Sarasan yang bernama Hajjah Aisyah. Benih-benih cinta benar-benar hanya diujung pelupuk mata, sebab biduk rumah tangga beliau bersama Hajjah Aisyah tak berlangsung lama, karena berpulang ke rahmatullah.
Baca Juga:Kuda Lumping di Kubu
