Hal ini pun diutarakan beliau kepada murid-muridnya yang lain, dan mendapat tanggapan yang sangat baik. Bahkan salah seorang muridnya yang bernama H. Doeng mewakafkan tanahnya yang terletak di desa Teluk Pakedai Hulu,
H. Doeng adalah salah satu orang terkaya di Teluk Pakedai pada saat itu. Sedangkan dana pembangunannya merupakan sumbangan dari Haji Haruna Bin Haji Ismail dan dana sumbangan dari murid-murid Haji Ismail Mundu di Malaysia.
Arsitek pembangunan masjid di datangkan langsung dari Pontianak oleh Haji Haruna Bin Haji Ismail, yaitu Abdul Wahid Bin Abu alias Wak Bangkik. Beliau juga merupakan arsitek dari sebuah Lembaga Permasyarakatan Pontianak yang saat ini menjadi RS Santo Antonius.
Sedangkan untuk pembangunan masjid dikerjakan oleh murid-murid Haji Ismail Mundu dan masyarakat sekitar. Tidak ada tanggal pasti kapan masjid selesai dibangun, yang diketahui hanyalah masjid Batu baru difungsikan sebagai tempat untuk shalat jum’at pada tahun 1348 H (1929 M).
Berbicara mengenai Masjid Batu Teluk Pakedai rasanya tidak lengkap jika kita tak berbicara mengenai Haji Ismail Mundu yang merupakan tokoh keramat di Kecamatan Teluk Pakedai ini.
