in

Munzalan Sambut Kunjungan Pengurus Masjid Jami’ Istana Kadariah Pontianak

WhatsApp Image 2020 07 29 at 09.50.11

Alhamdulillah tabarakallah, kemarin Masjid Kapal Munzalan menerima kunjungan dari Pengurus Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahman (Istana Kadriah Kesultanan Pontianak). Hadir dalam kunjungan itu Ketua Lembaga Masjid, Abangnda Syatif Yusuf Al Kadrie, Imam Masjid Jami’, Yang Mulia Ayahnda Zulkarnaen, serta Bendahara Lembaga Masjid.

Setelah mengikuti Munzalan Tour, menikmati ROTI GEMBUL Dan AIR AJWA, rombongan kami ajak untuk melaksanakan shalat dzhuhur bersama ratusan Santri Penerima Amanah (S.P.A). Setelah itu menikmati hidangan makan siang di Munzalan Tower, serta ditutup dengan menikmati minuman hangat JSR yang disediakan oleh temen-temen Rumah sehat Munzalan. Tak lupa, Pengurus Masjid Kapal Munzalan juga memberikan cenderamata berupa Syamil Quran edisi Munzalan, serta SABUN NAZIEF produksi Rumah sehat Munzalan.

Selain menerima kunjungan dari Takmir salah satu masjid tertua di Kalimantan Barat itu, Masjid Kapal Munzalan juga kedatangan tamu dari Pemerintah Kabupaten Sambas. Rombongan juga mengikuti Munzalan Tour dengan senang dan bahagia. Semoga bermanfaat.

*

Berikut ini Resume Profile Masjid Kapal Munzalan….

  1. Masjid Kapal Munzalan dibangun pada tahun 2011 oleh H. M. Nur Hasan dan H.M. Rahman dan mulai beroperasi pada tahun 2012. Masjid ini dikelola oleh H.M. Nur Hasan dan Ustaz Luqmanulhakim. Masjid Kapal Munzalan didirikan di Gang Imaduddin Jalan Sungai Raya Dalam 2, Kabupaten Kubu Raya. Gang Imaduddin adalah sebuah gang sempit yang 95% penduduknya adalah non muslim.
  2. Masjid Kapal Munzalan berukuran 11 x 17 meter dengan daya tampung 200 jamaah.
  3. Saat ini (2020) Masjid Kapal Munzalan mengelola puluhan lembaga amal sholeh. Lembaga amal itu dikelompokan menjadi 3 kelompok, yaitu pendidikan, sosial, serta usaha.
  4. Dalam bidang pendidikan, Masjid Kapal memliki Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD), Munzalan Boarding School (setara SMP), Balai Tahfidz Quraan (BTQ), Bimbingan Belajar, dan aktivitas pendidikan bagi Santri Penerima Amanah (S.P.A). Dua lembaga amal pendidikan di Masjid Kapal Munzalan, yaitu KB/ TK dan BTQ saat ini telah memiliki beberapa cabang; KB/TK sebanyak 5 cabang, sementara BTQ sudah berkembang menjadi 5 cabang. Jumlah seluruh santri yang belajar di Masjid Kapal Munzalan saat ini tak kurang dari 700 orang.
  5. Dalam bidang sosial, Masjid Kapal Munzalan merintis Gerakan Infaq Beras (GIB). Gerakan ini telah berdiri di 70 kabupaten/ Kota di Indonesia dan tersebar di 22 Provinsi dengan jumlah Pasukan Amal Sholeh (PASKAS/ relawan) tak kurang dari 2500 orang. Pada tahun 2019, rata-rata, GIB telah mendistribusikan beras sebesar 350.000 kg tiap bulan, atau 4,2 juta kg beras dalam setahun atau senilai Rp 63 milyar per tahun. Beras itu didistribusikan kepada kepada anak yatim, santri pengahafal Alquraan, fisabilillah. Pada tahun 2019 Beras tersebut dapat dinikmati sepanjang hari oleh tak kurang dari 140.000 anak yatim/ santri/ fisabilillah/ mustahik yang berasal dari sekitar 1800 panti asuhan/ pesantren di seluruh Indonesia. Sementara pada tahun 2020, beras yang didistribusikan per bulan rata-rata telah mencapai 450.000 kg, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 250.000 anak yatim/ santri/ fisabilillah/ mustahik.
  6. Selain itu Masjid Kapal Munzalan juga mengembangkan Baitulmaal yang telah memiliki 9 cabang di seuruh Indonesia dengan omset penerimaan ziswaf rata-rata per bulan mencapai Rp 6 milyar (2019).
  7. Masjid Kapal Munzalan juga memiliki Rumah Sehat yang dikelola oleh 2 orang dokter dan 40-an orang perawat, dimana sebagian besar diantaranya berpendidikan sarjana muda (D3). Di rumah sehat yang bernama Rumah Sehat Munzalan ini dikembangkan metode kesehatan thibun nabawi, pengobatan medis, herbal, hijamah, dan rukyah syariah.
  8. Masjid Kapal Munzalan memiliki belasan bisnis produktif seperti perusahaan kuliner, toko, mini market, distributor, hingga eksport komoditas unggulan. Seluruh bisnis ini dikelola oleh devisi khusus dan dioperasikan oleh sekitar 70-an tenaga produktif. Keuntungan dari bisnis ini 100% diserahkan untuk mendukung aktivitas dakwah di Masjid Kapal Munzalan.
  9. Saat ini Masjid Kapal Munzalan mengelola aset waqaf dengan nilai tak kurang dari Rp 50 milyar, aset itu sebagaian besar berasal dari masyarakat, dan sebagian kecil dibeli dari wasilah tijarah (usaha/ bisnis).
  10. Saat ini para penggiat amal sholeh Masjid Kapal Munzalan didukung oleh 14 kendaraan roda 4 berbagai jenis, mulai dari pickup, avanza, suzuki R 3, triton, CRV, Alphard, hingga Velvire. Masjid Kapal Munzalan juga mengelola tak kurang dari 20-an kendaraan roda 2.
  11. Seluruh lembaga amal sholeh di Masjid Kapal Munzalan dioperasikan oleh santri. Jumlahnya tak kurang dari 300 orang. Seluruh pengelola bekerja sepanjang hari. Di Masjid Kapal Munzalan para pengelola lembaga amal sholeh itu disebut dengan Santri Penerima Amanah (S.P.A).
  12. Seluruh S.P.A diwajibkan untuk mengikuti aktivitas pendidikan yang diselenggarakan setiap hari di masjid, melaksanakan shalat berjamaah di Masjid, dan membaca Alquran sebanyak 4 halaman setiap melaksanakan shalat.
  13. Masjid Kapal Munzalan juga memiliki sekitar 5 Rumah Dinas Pemegang amanah yang ditempati oleh para pengurus yang memiliki rumah yang jauh dari masjid Kapal Munzalan.
  14. Saat ini Masjid Kapal Munzalan sedang menyelesaikan Munzalan Tower, sebuah bangunan setinggi 6 lantai yang berfungsi sebagai lembaga pendidikan berbasis masjid, serta wisma untuk ulama.
  15. Saat ini Masjid Kapal Munzalan semakin sering dikunjungi oleh para penggiat dakwah dari seluruh Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Masjid Kapal Munzalan, silahkan kontak di nomor +6282154481405
Baca Juga:  Napak Tilas Awal Berdirinya Kesultanan Kadriah Pontianak

**

Beni Sulastiyo
Pelayan Masjid Kapal Munzalan

Written by teraju.id

IMG 20200728 161408 180

“Pledoi” Tengku Ryo Mengiris Hati–Teteskan Air Mata–Berikut Isi Pledoi Selengkapnya…

WhatsApp Image 2020 07 29 at 09.01.48

Jual Barang Secara Ilegal, Owner PS Store Ditangkap