Di Stasiun Hilwan dijemput adik Hajar binti Abdul Hafizh mahasiswi Al-Azhar yang berasal dari Sudan tinggal di Hilwan.
Jasa dan kenangan mereka tetap terekam dan diabadikan dalam buku dan foto seperti di atas.
Di Hilwan bertemu dengan Imam dan Khatib Masjid al-Maragi bernama Syekh Faiz Musa Muhammad yang juga alumni Al-Azhar Jurusan Hadis dan Ilmu Hadis tahun 1984.
Beliaulah yang banyak memberi keterangan dan informasi tentang Syekh Al-Maragi ketika menulis Tafsir al-Maragi di Hilwan.
Satu hal yang menarik adalah, Masjid al-Maragi di bawah naungan Yayasan Al-Maragi yang bangunannya cukup luas dan besar seperti sebuah Islamic Center, dulunya adalah rumah keluarga al-Maragi.
Di Rumah itulah tinggal Syekh al-Maragi dengan segala aktifitasnya khususnya ketika menulis Tafsir al-Maragi hingga tuntas sampai 30 Juz dalam 10 jilid.
Rumah kediaman ini sebagai saksi sejarah yang melahirkan tokoh besar seperti kakaknya bernama Muhammad Mustafa al-Maragi mantan Rektor Azhar tahun 1928-1930 dan 1935-1945.
Rumah yang penuh warisan sejarah yang sangat bernilai ini tidak dijadikan harta warisan yang dibagi habis oleh anak cucunya, melainkan dirobohkan lalu dibangun dengan lebih besar dan dijadikan masjid bernama Masjid al-Maragi.
