Kultur

Tradisi Gotong Royong Suku Lundayeh dalam Bertani

Tradisi Gotong Royong Suku Lundayeh dalam Bertani

Wilayah Krayan yang subur berada 1000-1600 mdpl terletak antara cekungan bukit dan gunung, dimanfaatkan oleh petani Krayan mengolah pertanian tanpa meninggalkan sistem kearifan lokal dan tetap mempertahankan sampai kini sehingga tak heran petani Krayan berhasil menciptakan beras adan, petani Krayan mampu membuat 60 macam varian padi dalam setiap tahun mampu menghasilkan padi 1,5 ton atau 750 hingga 1000 kaleng beras setiap KK.

Petani suku Dayak Lundayek dalam mengolah pertanian masih menggunakan alat tradisional seperti membajak sawah dengan kerbau kemudian pupuk yang digunakan tidak memakai zat kimia melainkan pupuk kandang dari pmeledek yakni kegiatan membersihkan sawah dari gulma, dan jerami bekas pertanaman yang dilakukan secara gotong royong sebelum ditanami.

Proses pembersihan dari gulma dan jerami kemudian sebelum benih padi disemaikan terlebih dahulu benih tersebut dibawa para petani ke gereja untuk diberkati agar hasil panen dapat meningkat serta tanaman padi aman bebas dari hama atau penyakit tanaman. Acara pemberkatan benih ini disebut Pade fra.

Pasca menanam benih padi di lahan persawahan dilakukan perawatan padi, namun terkadang  selama perawatan tanaman padi diserang hama tikus, maka untuk mengusir tikus dilakukan acara ngelabo labo atau gropyokan hama tikus yang dilakukan sebelum penanaman padi.