Oleh: Suryatiningsih

Kebiasaan unik masyarakat suku Lundayeh dalam bertani menjadi pemandangan yang indah ketika berkunjung dan berada di kawasan Krayan, Kalimantan Utara.

Suku Dayak Lundayeh adalah penduduk di kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, sebagian besar menempati wilayah di pedalaman hingga wilayah perbatasan negara Malaysia.

Mata pencaharian masyarakat suku Dayak Lundayeh bertani/berladang menanam padi sawah tadah hujan, singkong serta beberapa tanaman lainnya dan berburu binatang di hutan. Karakteristik sosial budaya masyarakat suku Dayak Lundayek telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Krayan yakni bertani atau berdagang maupun berburu binatang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Masyarakat Suku Dayak Lundayeh sebagai masyarakat pedalaman Kalimantan Utara memiliki sistem kearifan lokal dalam kegiatan usaha pertanian yang mereka lakukan.

Suku Dayak Lundayeh sejak dahulu konsisten dalam menjaga sistem kearifan lokal mengolah pertanian dalam arti pola pertanian di kalangan masyarakat Dayak Lundayek selalu mengaitkan hubungan antara manusia dan alam yang demikian erat dan saling berkaitan.

Wilayah Krayan yang subur berada 1000-1600 mdpl terletak antara cekungan bukit dan gunung, dimanfaatkan oleh petani Krayan mengolah pertanian tanpa meninggalkan sistem kearifan lokal dan tetap mempertahankan sampai kini sehingga tak heran petani Krayan berhasil menciptakan beras adan, petani Krayan mampu membuat 60 macam varian padi dalam setiap tahun mampu menghasilkan padi 1,5 ton atau 750 hingga 1000 kaleng beras setiap KK.