Pemerintah Provinsi Bangka Belitung terlihat sangat serius mengembangkan destinasi wisatanya. Bangka Belitung sebagai wilayah yang begitu memiliki potensi wisata memiliki banyak situs sejarah dan budaya yang begitu berharga. Kekayaan alam yang melimpah seperti Timah, Lada Putih, Perikanan, dan Pertanian, menjadi sentral pemasukan kas pemerintah daerah setempat. Pemandangan pantai dan perbukitan yang begitu indah juga menjadi kekhasan daerah tersebut. Tak cuma kekayaan alam dan pemandangan indah yang dimiliki, Bangka Belitung faktanya masih banyak memiliki tempat-tempat bersejarah yang bernilai sebagai cagar budaya yang patut terus dirawat, dilestarikan, dan dipelihara dengan baik.
Selain Gedung/Roemah Persinggahan BTW (Pasanggrahan Banka Tinwinning) yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung atau Kabupaten Bangka Barat, dua pulau sebagai salah satu Provinsi Indonesia itu juga punya situs atau tempat bersejarah lain seperti Wisata Sejarah Menumbing, tempat persinggahan/pengasingan Soekarno, Moh. Hatta, dan lainnya di puncak bukit di Muntok, Bangka Barat. Kemudian Museum Timah Indonesia yang berada di Muntok dan Pangkal Pinang, Kantor Residen Bangka yang berada di Pangkal Pinang dan Muntok, Rumah Abang Muhammad Yusuf Rasyidi (Presiden Bangka, RIS) sang penyelamat bendera Merah Putih yang dititipkan oleh Presiden Soekarno di Muntok, Rumah Mayor Muntok, Benteng Kuto Panji, Benteng Toboali (Bangka Selatan), dan masih banyak bangunan-bangunan, situs, dan benda pada jaman kemerdekaan yang dimiliki oleh Bangka Belitung, yang masuk katagori cagar budaya.
