Alhamdulillah, dengan tarif 5 RM, kami bisa menikmati keseluruhan air dan daging kelapa muda, plus atraksi bagaimana mengupas kelapa muda ini. Juga cerita mimpi dan masa depannya setelah tabungannya cukup banyak bekerja di Malaka ini.
“Saya targetkan tiga atau empat tahun lagi saya di sini. Setelah tabungan cukup, pengalaman kerja di beberapa bisnis kuliner di sini cukup banyak, rencananya saya akan balik kampung ke Tanjungpinang (Kepulauan Riau). Merintis usaha kuliner di sana, sambil mengembangkan potensi wisata di kampung,” ujarnya, penuh optimisme. * Penulis adalah tokoh lingkungan hidup Kalbar. Berdomisili di Pontianak.
