Opini

LAUDATO SI: Ajaran Paus Fransiskus (2015) tentang Lingkungan Hidup

LAUDATO SI: Ajaran Paus Fransiskus (2015)  tentang Lingkungan Hidup
Dr Leo Sutrisno

Dialog dan Transparansi

Penilaian dampak lingkungan menuntut proses politik yang transparan dan dialog. Analisis dampak lingkungan mesti dilakukan secara transparan dan bebas dari tekanan politik atau ekonomi. Keputusan-keputusan mesti dibuat setelah membandingkan antara resiko dan manfaatnya.

Dalam disukisi tentang usaha baru mesti diarahkan untuk menjawab pertanyaan: untuk apa, mengapa, dimana, kapan, bagaimana, untuk siapa, apa risikonya, serta berapa biayanya. Demi perbaikan kondisi lingkungan, ketiadaan kepastian ilmiah tidak boleh menunda langkah-langkah yang efektif. Hasil diskusi dapat berupa tidak melanjutkan, mengubah atau mempertimbangkan usulan alternatif. Perlu diingatkan bahwa diskusi-diskusi semacam ini tidak mudah menemukan konsensus.

Politik dan Ekonomi

Polotik mesti tunduk pada ekonomi dan ekonomi tidak harus tunduk pada teknokrasi. Perlindungan lingkungan hidup tidak sepenuhnya dapat diselesaikan semata-mata hanya perhitungan finansial.

Selain itu, perlu dilakukan re-definisi tentang kemajuan. Para penguasa tidak berhak merampas hak-hak masyarakat dan warganegaranya. Politik yang komprehesif sangat diperlukan, terutama yang mampu mengintegrasikan berbagai aspek kritis secara interdisipliner.

Agama dan Sains

Seluruh solusi teknis apa pun yang di klaim sains, tidak mampu menyelesaikan masalah serius dunia jika umat manusia kehilangan kompasnya.
Orang-orang beriman harus mendorong agama-agama untuk masuk ke dalam dialog dengan maksud melindungi alam, membela orang miskin, serta membangun persaudaraan.

Pakem Tegal, Yogya
6-8-2019