Opini

Media, Publik dan Somasi (Menelisik Kasus Mario Teguh dan Deddy Corbuzier)

Media, Publik dan Somasi (Menelisik Kasus Mario Teguh dan Deddy Corbuzier)

Nah sebagai anggota publik dan kebetulan punya interaksi dengan dunia media, saya ingin sumbang saran lewat artikel ini. Bahwa saya melihat perihal somasi sungguh-sungguh sebagai perihal biasa saja. Deddy tak perlu ikut-ikutan marah disomasi.

Somasi adalah tanda bahwa ada jalan yang hendak ditempuh oleh Mario Teguh. Jika negasi somasi Mario Teguh kepada Deddy hendak berujung hukum, ya layani saja lewat jalur hukum. Tidak masalah bukan? Sebab masing-masing media punya tim kreatif, apalagi tim advokasi/hukum?

Pengalaman bergerak di bidang media, kita yang bekerja profesional sesuai kode etik pekerjaan kita pasti punya kebenaran empirik. Mari kita siapkan materinya dengan sebaik-baiknya agar proporsional dan profesional di meja hijau. Namun sebelum sampai ke meja hijau biasanya selalu ada jalan-jalan mediasi.

Orang media dengan mediasi juga hal yang biasa. Duduk satu meja bicara sesama host papan atas. Ini juga pertemuan dua bintang kesohor di layar kaca–sama-sama figur publik –yang sesungguhnya juga menarik buat diliput media manapun. Baik media konvensional maupun sosial.

Adapun kami sebagai anggota publik–apalagi jauh dari Jakarta–memetik hikmah dari setiap peristiwa atas figur publik laksana Mario-Deddy. Di sana kami belajar apa itu somasi, apa itu mediasi, dan apa itu solusi yang dipraktikkan dengan bijaksana.