Terkadang kita tak punya waktu untuk melakukan ini itu. Tapi kadang berlebihan. Seperti saya pada 21 Nopember ini. Seyogianya berangkat “terbang” pukul 05.00 subuh, namun dialihkan ke pukul 10.25. Gilaaa. Mau pulang cepat, malah harus rela “ngetem” di bandara sampai 5.5 jam.
Dalam kondisi seperti ini saya punya jurus “membunuh” waktu agar tidak bosan. Dan tanpa terasa waktu boarding pun memanggil.
One: Saya mengamati lingkungan. Sungguh banyak yang menarik perhatian. Dan sesuatu yang terpilih untuk saya abadikan, saya abadikan. Apakah itu foto, vidio, kutipan Billboard, poster dll. Juga dialog-dialog lucu yang kadang terdengar di hadapan.
Second: Saya olah bahan-bahan yang tadi saya pungut dari lingkungan sebebas waktu luang ke posisi duduk paling sedap. Mulai mengedit gambar dan tulisan. Maka 5 jam gak berasa. Waktu pun berhasil “dibunuh” secara baik-baik sehingga berujung pemanfaatan yang Husnul Khatimah.
Model saya ini ampuh saya rasakan. Badan jadi ringan. Tak banyak mengeluh yang jadi beban batin maupun perasaan. Juga to kill laziness. Melawan kemalasan dengan selalu berpikiran positif dan berbuah positif pula. Kata guru saya itu “possitive vibes”.
Ini di antara foto-foto yang dibuang sayang. Sementara dia berdasar teori jurnalistik, adalah mewakili 1000 kata. Satu foto bisa banyak menjadi cerita atau berita.
