Opini

Nur Iskandar: Mari Menulis Karena Senang

Nur Iskandar: Mari Menulis Karena Senang

Pak Nur Iskandar menceritakan pengalamannya menulis buku biografi. Bagi Pak Nur Iskandar, menulis itu berawal dari sebuah hobi. Kegiatan itu dimulai sejak sekolah dasar, dlilanjutkan hingga kuliah. Meskipun kuliah di jurusan pertanian, tetapi, kegiatan menulis tetap dijalaninya. Beliau pernah menjadi pimpinan di tiga media, yaitu sebagai Redaktur Pelaksana di Harian Equator –Group Jawa Post, Pimpinan Redaksi di Borneo Tribune, dan Pimpinan di teraju.id.

Pak Nur Iskandar menulis banyak buku, terutama buku tentang tokoh. Dua buku yang diceritakannya, buku tentang Kapolda Kalbar, Didi Haryono, dan buku tentang Waka Polri Yusuf Manggabarani. Menulis buku ini sangat mengesankan Pak Nur Iskandar, baik proses penggalian data, paska terbit, maupun imbalan yang diperolehnya.

Apa yang diceritakan Pak Nur Iskandar mampu membangkitkan semangat anggota Rumah Lterasi untuk lebih semangat dalam menulis karyanya. Dialog pun berlangsung seiring berjalannya waktu.

“Janganlah kalian menulis karena uang, tapi menulislah karena senang,” pesan Pak Nur Iskandar.

Peserta juga diingatkan filosofi tanaman. “Jika kalian menanam padi maka rumput pun akan ikut tumbuh, tapi jika kalian menanam rumput maka padi tidak akan ikut tumbuh”.(*Khoiriyah, Finalis Duta Literasi, Prodi Manajemen Dakwah, FUAD IAIN Pontianak)