Oleh: Leo Sutrisno
Dalam Upacara Peringatan hari Guru 25-11-2019, melalui rekaman video, Menteri Nadiem mengatakan pekerjaan guru adalah tugas termulia tetapi juga tersulit. Termulia karena menyiapkan masa depan bangsa. Tersulit karena dikukung dalam banyak aturan.
Karena itu, mulai hari ini, Menteri Nadiem memberikan ruang kemerdekaan yang seluas-luasnya kepada para guru dalam melaksanakan tugasnya. Disarankan, mulai besok dan seterusnya, agar setiap guru melakukan suatu perubahan sekecil apa pun. ‘Walau pun kecil, kalau dilakukan serempak maka perubahan itu akan berdampak besar’, katanya..
Menteri juga secara spesifik menunjukkan lima hal yang dapat dilakukan untuk membuat perubahan itu:
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar
- Berikan kesempatan murid untuk mengajar di kelas
- Cetuskan bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri
- Tawarkan kepada guru yang mengalami kesulitan.
Disebutkan juga, mulai saja tanpa menunggu perintah. Pernyataan ini merupakan isyarat bahwa Menteri Nadiem tidak akan menerbitkan pentunjuk apa pun seperti yang biasa dilakukan di masa sebelumnya. Jika ini terjadi maka guru harus berpikir “out of the box”. Artinya, para guru ‘harus’ meninggalkan cara berpikir dan cara bekerja lama yang selalu menunggu ‘JUKLIS’ dan “JUKLAK”.
