Karena tidak memutlakkan posisinya, bagi orang yang rendah hati kesediaan untuk menerima dan menyetujui pendapat orang lain tidak membuat dirinya merasa kalah. Orang yang rendah hati tidak merasa diri penting. Karena itu, ia berani mempertaruhkan diri apabila dia meyakini bahwa sikapnya itu sebagai tanggung jawab.
Orang yang rendah hati tidak khawatir dan tidak risau jika orang lain mengetahui kelemahannya. Karena itu, ia juga tidak akan menutupi dirinya agar tidak ketahuan kekurangannya. Bahkan, ia bersedia mengakui kekurangan dirinya itu sercara terbuka.
Kejujuran, kesediaan bertanggung jawab, kemandirian moral, keberanian moral dan dilengkapi dengan kerendahan hati akan membuat seseorang memiliki kepribadian yang kuat. Bagaimana menuju ke sana?
Hanya kerendahan hati-lah yang membuat kita selalu menyadari kekurang-sempurnaan diri sendiri setiap waktu. Kesadaran akan kekurang-sempurnaan itu mendorong kita selalu berlajar dan berusaha menyempurnakan diri. Dan, kita sadar bahwa kita selamanya tidak akan mencapai kesempurnaan itu.
Kita sudah dengan kerendahan hari berusaha untuk menjadi seseorang yang berkepribadian yang mantap, yang kuat. Selebihnya Yang Maha Esa yang mengisi kekurangannya. Tuhanlah yang akan menyempurnakan kita.
Mangga ka-oncèkana
28-2-2019, Pakem Tegal, Yogya
Nuwun
