Muncullah apa yang disebut ‘logika waktu pendek’ yaitu menyajikan informasi secepet mungkin, bahkan kalau bisa mendahului yang lain-lain. Akibatnya, sering informasi yang disampaikan kurang cermat karena kurang matang ditelaah.
Sindrom dari ‘logika waktu pendek’ adalah kecenderungan memberikan informasi yang singkat dan cepat saji. Pada umumnya informasi semacam itu bersifat spektakuler, sensasional, superfisial dan beragam. Dengan kata lain yang bersangkutan mengadopsi ‘logika mode’.
Karena sifatnya yang spektakuler, sensasional, dan superfisial, informasi tersebut sering tidak sesuai dengan sifat-sifat keselarasan masyarakat. Etika interaksi sosial ditinggalkan.
Pada titik ini, terjadilah destruksi sosial. Perpecahan yang mengganggu prinsip rukun dan prinsip hormat yang berlaku di masyrakat. Individualis muncul bersama-sama dengan sikap hedonis. Mereka ‘hanya’ mementingkan ‘kenikmatan’ diri sendiri dan melupakan kepentingan orang lain dan masyaraakatnya.
Individualis dan hedonis ini semakin diperkuat oleh sifatnya yang anonim, tidak diketahui identitas yang sesungguhnya.
Tetapi, betulkah demikian? Tidak dapat dilacak identitas yang sesungguhnya? Tidak!. Para penemu teknologi selalu menyertakan sarana untuk menjamin keselamatan pemakai tenologinya. Dalam hal dunia digital, para penemu teknologi menyediakan suatu program yang dapat merekam semua proses digital yang telah dilakukan, dikenal istilah ‘jejak digital’.
