Opini

Pasinaon: Ramé ing gawé

Pasinaon: Ramé ing gawé

Dalam kosa kata bahasa Jawa, kata ‘gawé’ bisa bermakna ‘pekerjaan’ dan bisa juga bermakna ;’pesta’, upacara (adat) yang bersifat religius. Dalam konteks ‘gawé’ yang berarti pekerjaan, maka ‘raméing gawé’ dimaknai sebagai ‘giat/rajin/tekun bekerja’.

Jika ‘gawé’ dimaknai sebagai ‘pesta/upacara adat yang religius’, maka dalam perjalanan hidup manusia Jawa, ada upacara kelahiran, pernikahan, dan kematian. Dalam upcara seperti ini, selalu melibatkan banyak orang dan masing-masing orang memiliki tugas sendiri-sendiri. Sehingga, ‘ramé ing gawé’ diartikan sebagai ‘tahu tugas’-nya, atau ‘tahu tempat’-nya (dalam masyarakat).

Baca Juga:Hargai Waktu

Jika ungkapan ‘ramé ing gawé’ diucapkan dalam satu tarikan napas dengan ‘sepi ing pamrih’ maka ‘ramé ing gawé’ lebih tepat dimaknai sebagai ‘tahu tugas/tempat’-nya dalam dunia ini pada umumnya dan dalam lingkungan sekitar (pada khususnya). Mereka yang tahu tempatnya di lingkungan sekitarnya akan hidup selaras dengan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, yang bersangkutan akan hidup berdampingan dengan yang lain dengan daai.

Dalam konteks seseorang mampu hidup berdampingan dan damai dengan sekitarnya, yang bersangkutan dianggap telah melaksanakan tugas utama manusia (Jawa) yaitu “memayu hayuning buwana’ – merawat dunia.

Memang, ‘Bumi ini adalah rumah kita bersama’. Karena itu, kita perlu bersatu padu untuk bertanggung jawab atas rumah yang telah dipercayakan Allah kepada manusia. Kita harus merawat Bumi.