Contoh pembentukan “Kompi Dayak” yang telah dipersiapkan sebagai kekuatan inti yang akan bergabung dengan TNI.Namun masygul, ketika TNI pertama kali masuk ke Kalbar adalah tanpa koordinasi dengan Kepala DIKB., Wajarlah Sultan Hamid II terhadap kebijakan pengiriman TNI ke Kalbar tanpa pemberitahuan kepada Beliau selaku Kepala DIKB ini menimbulkan kemarahan.
Sultan Hamid II bahkan sudah merekrut 100 orang Dayak untuk dilatih menjadi polisi. Dilatih dari bassic sekali. Bahkan banyak yang tidak tahu membaca dan menulis.
Wajarlah pada zamannya, Sultan Hamid diidolakan sampai ke pelosok-pedalaman. Selain kecintaan pada daerah, Sultan Hamid II pun sangat mencintai INDONESIA. Ia ingin bersama-sama dengan daerah/negara federasi lainnya tergabung dalam satu NEGARA INDONESIA.
Namun arah pemikirannya adalah NEGARA FEDERAL / NEGARA PERSATUAN REPUBLIK INDONESIA. Inilah yang dia perjuangkan dalam perundingan-perundingan yang akhirnya dapat disepakati. DIKB pun menjadi bagian dari RIS. Melalui RIS-lah kedaulatan RI diakui Belanda dan menyusul negara-negara lain di jagat raya ini sampai kini.
Ya sudah jadi takdir sejarah, akhirnya RIS bubar. Kita adalah NKRI. Namun konsep DIKB diserap dalam semangat otonomi daerah. Di mana kini bikameral. Ada kamar legislatif dan senat. Jujurlah pada sejarah, bahwa nilai-nilai kebajikan–kepahlawanan terus mereplikasikan diri. Itulah yang disebut dengan pahala jariyah. Pahala yang mengalir tiada putus-putusnya, walaupun yang bersangkutan telah tiada.
