Sedangkan indikator terpilihnya pemimpin yang terbaik diantara yang terbaik (the best among the equal) ini baru sebatas hipotesis yang akan diuji dalam ruang waktu 5 tahun kemudian. Kita optimis, bahwa siapapun pemimpin yang lahir dari “rahim rakyat”, semoga menjadi putra yang terbaik. Tugas masyarakat yang melahirkan untuk memelihara dan mengawal mereka yang terpilih agar tidak menyimpang dari tujuan mulianya dilahirkan.
Atas dasar data-data di atas, penulis sampai kepada kesimpulan bahwa penyelenggaraan Pilbup pada 7 Kabupaten se-Kalimantan Barat serentak tahun 2020 dapat dinyatakan relatif berhasil dan sukses. Sebagai bahan pelajaran patut dipelajari faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut.
Di antara faktor yang turut menyukseskan pelaksanaan Pilkada ini antara lain: Pertama, komitmen semua pihak, dari pemerintah, penyelenggara (KPU dan Bawaslu), peserta Pilkada, pihak keamanan (TNI dan Polri), penggiat demokrasi, dunia pers, para akademisi dan masyarakat itu sendiri. Komitmen tersebut terlihat dari antusiasme semua pihak, menyukseskan setiap tahapan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua KPU Prop. kalbar. Berbagai strategi dan pendekatan yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu untuk mensosialisasi pilkada yang sehat dan tetap bermartabat.
Kedua, faktor yang juga turut menyukseskan pelaksanaan Pilkada serempak 2020 juga tidak terlepas dari komitmen dan profesionalitas penyelenggara Pilkada. Berdasarkan pengamatan penulis, tidak ditemukan pelanggaran signifikan oleh penyelenggara, misalnya ada indikasi memihak atau menguntungkan pihak tertentu misalnya.
