Opini

Praktisi Pers Perempuan Yang Terlupakan

Praktisi Pers Perempuan Yang Terlupakan

Bagi Danilah, Inggit perempuan hebat yang berperan besar dalam membantu Sukarno di masa sulit. Dia kembali mengkritik Sukarno ketika menikah lagi dengan Hartini.

Baginya, tak ada ruang poligini karena hal itu merugikan perempuan.

Danilah berteman dekat dengan Nyonya Latief, mertua pemimpin redaksi Harian Merdeka BM Diah. Mereka sama-sama aktivis Isteri Indonesia.

Nyonya Latief menjabat sebagai kepala cabang Jakarta.

Ketika Isteri Indonesia mengadakan kongres di Yogyakarta, Danilah datang bersama Nyonya Latief dengan mengendarai mobil.

Dari Nyonya Latief pula Danilah kenal BM Diah.

Tidak hanya berhubungan dengan BM Diah, Danilah juga pernah bekerjasama dengan Parada Harahap, Abdul Muis, Datuk Tumenggung, dan beberapa nama tenar di dunia literasi.

Sayang, nama Danilah tak setenar Agus Salim atau rekan seperjuangannya.

Nama Danilah terlupa dalam sejarah pers dan literasi Indonesia.