Saya juga sempat bertatap muka–wawancara bersama putra mahkota, anak laki-laki satu-satunya buah perkawinan SH II, Max Nico Alkadrie. Beliau datang ke Istana Qadriyah untuk menyerahkan hak kepemimpinannya sebagai pewaris Hamid II Alkadrie kepada Sultan Abu Bakar Alkadrie. Sebuah rekam jejak sejarah yang mana dapat saya rasakan bagaimana rasa seorang anak yang sempat disunat di depan pintu istana, bermain di pinggir Sungai Kapuas, lalu melihat ayahnya dipenjarakan, ibunya yang turunan Belanda Jawa Timur dipersekusi dan kemudian kembali ke Belanda….sedih, perih sebenarnya kisah Hamid beserta keluarganya. Ini PR besar kita untuk meluruskan sejarah dan juga menghimpun kembali keluarga besar Rasulullah Muhammad SAW. *