Oleh: Nur Iskandar
“Saya duduk di meja depan, berhadapan dengan Muspida Kabupaten Landak. Di sebelah saya mestinya Bu Bupati Karol. Semestinya kami duduk bersama di depan. Tapi, kesediaan membuka kegiatan tiba-tiba batal karena beliau harus berangkat ke Jakarta.”
Itu kalimat pembuka ketika tadi malam, Rabu, 29/11/17 saya berbincang ringan dengan seorang tokoh media alternatif yang baru pulang kegiatan di Ngabang, Kabupaten Landak. “Ngape tibe-tibe beliau ke Jakarta?” Begitu sambung cerita narasumber ini dalam langgam melayu Pontianak yang kentara. Nah, orang-orang di sekitarnya membisikkan, bahwa nama yang santer keluar sebagai rekomendasi tentang siapa pengguna perahu PDIP dalam kontestasi Pilgub 2018 adalah Lazarus. Bukan Karolin Margret Natasa. “Beliau ke Jakarta untuk lobi dan negosiasi sebelum menjadi keputusan final DPP-PDIP.”
Sahabat yang kuat hisapan rokoknya ini geleng-geleng kepala. Sebab menurutnya, baliho Karol menjamur di mana-mana. Bahkan sampai perbatasan Kalbar-Kalteng. Dari baliho itu terbetik pesan kuat, bahwa putri sulung Gubernur Cornelis itu mohon doa restu tampil sebagai calon gubernur Kalbar meneruskan kepemimpinan ayahnya.
Gubernur Cornelis terpilih dalam kontestasi Pilkada langsung selama dua periode. Pilgub tahun 2008 dan Pilgub tahun 2013.
