teraju.id, Online – Pemerintah mengganti istilah New Normal dengan Adaptasi Kebiasaan Baru. Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam acara peluncuran buku “Menghadang Corona: Advokasi Publik di masa Pandemi” karya Saleh Daulay, Jumat (10/7/2020). Menurut Yurianto, masyarakat hanya fokus pada kata “normal”-nya saja, bukan kata “new” yang seharusnya menjadi pembeda masyarakat dalam menyikapi pandemi sesuai aturan-aturan kesehatan atau beradaptasi dengan kebiasaan baru.
Ironisnya euphoria yang tertangkap di masyarakat, memperlihatkan situasi yang memprihatinkan. Adaptasi kebiasaan baru justru dilihat sebagai situasi normal yang membuat orang-orang lupa bahwa pandemi masih ada disekitar kita. Data menunjukan Indonesia terus mencatatkan angka peningkatan Covid, sejumlah 74.018 kasus per-11 Juli 2020. Khusus DKI Jakarta ada tambahan 359 kasus yang membuat Jakarta kembali menorehkan rekor baru tambahan kasus paling banyak dalam sehari.
Melihat fenomena ini, Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI),
