Oleh: Muslihun Muslim
Hamka Siregar adalah nama yg melekatkan jiwa dan semangat sahabat yg satu ini. Bagaimana tidak, nama Siregar menandai watak batak yg khas, suara keras tapi hati lembut. Sisi lain, nama Hamka menggambarkan sikap kuat dalam argumen pemikiran keislaman. Begitu saya menginjakkan kaki utk meraih asa pendidikan S2 saya di kota Gudeg Yogya, awal mula saya presentasi makalah, orang pertama yg sangat semangat “menyantap” sajian makalah saya adalah bang Hamka. Meski d ruang kuliah saling “baku hantam” mengkritisi makalah masing2, di luar ternyata dialah orang yg selalu mengajak saya keliling Yogya dg pespa tua yg dibawanya dari Pontianak. Suatu ketika, saya bilang “Bang ayo kita cari “buluan”, bang Hamka bingung tujuh keliling. Setelah ketemu barangnya, baru dia comment, “ooo ternyata bahasa Lombok-Sasak Rambutan adalah buluan”.
