Oleh: Ambaryani
Bukan perkara mudah bagi kami orang tua maupun anak-anak saat menghadapi pandemi yang belum mau pergi. Kondisi seakan semakin mencekam. Banyak tenaga medis yang sudah tumbang, banyak juga fasilitas kesehatan yang satu-persatu tutup menyusul sekolah yang hingga kini belum kembali dibuka.
Anak-anak semakin liar menggunakan gawai. Karena kesempatan memegang gawai kini semakin lebar. Semua pembelajaran melalui gawai. Kami orang tua juga semakin khawatir mereka akan kecanduan dan susah dihentikan.
Saat ini waktu anak-anak katanya benar-benar di rumah saja. Nyatanya anak-anak tetaplah anak-anak. Yang tak bisa diam di rumah saja. Mereka tetap keluyuran bersama teman sepermainan. Anak-anak tanggung lebih lagi, kumpul sana kumpul sini karena banyak waktu luangnya.
Anak-anak dikunci di rumah? Bayangkan saja apa jadinya?
Terlebih orang tua sudah harus kembali aktif bekerja sementara anak-anak full di rumah saja katanya. Kadang agar anak tak ‘terlalu’ banyak waktu kluyurannya harus dibawa ke tempat kerja agar otang tua dapat mengalihkan pergaulan anak-anaknya. Walaupun benar, ini besar resikonya. Tapi ancaman pergaulan nyatanya juga sama besarnya. Kami khawatir anak-anak kebablasan.
