teraju.id, Pontianak – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat, H Burhanudin Ahad menyambut sekaligus mengisi Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember dengan menyuluh betapa pentingnya perempuan sadar kesehatan reproduksi. Salah satu yang menjadi penting juga adalah menghindari perkawinan di usia anak-anak atau remaja.
Kegiatan FPK berlangsung di rumah adat Bugis, Jalan Sungai Raya Dalam, Sabtu, 20 Desember 2025.
Peserta berjumlah 100 orang lebih berdatangan dari enam kecamatan di Kota Pontianak dan sekitarnya. Di antara yang berasal dari dalam kota adalah forum lintas Rukun Tetangga. Sementara dari Kabupaten Kubu Raya berdatangan dari Kecamatan Ambawang, Sungai Raya dan Kakap.

Ruang lantai dua yang cukup luas penuh sesak. Mulai dari pintu masuk hingga ke dekat panggung seluruh kursi berisi penuh. Para perempuan antusias mendengarkan pakar kesehatan reproduksi Dr dr Hutajulu, SPOG didampingi Psikolog Dr Sukmawati.
Hutajulu menengara berbagai risiko yang kerap dialami perempuan di masa tua. Yakni kanker payudara hingga kandungan. Untuk menghindarinya, salah satunya adalah mencegah pernikahan dini. Kenapa? Alat reproduksi belum begitu kuat. Juga kesehatannya mesti dijaga agar sampai usia prima alias dewasa.
“Perkawinan usia anak juga rentan risiko kematian,” ungkap Hutajulu.
Hal itu dibenarkan Sukmawati. Ia menengara hal-hal psikologis. Dimana anak remaja belum dewasa.
