teraju.id, Jakarta, 19 Juni 2026 — Yayasan Bina Antarbudaya bersama SKK Migas kembali menyelenggarakan in-person workshop AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2026 sebagai upaya memperkuat akses pendidikan berbasis energi dan keberlanjutan bagi pelajar Indonesia yang berfokus pada bidang pengelolaan limbah serta minyak dan gas.
Program ini diinisiasi oleh Bina Antarbudaya dan SKK Migas sebagai bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat di bidang pendidikan. Dari total 256 pendaftar, 38 siswa dipilih melalui seleksi dan didatangkan dari wilayah operasi hulu migas, seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengikuti lokakarya tatap muka (in-person workshop). Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk para peserta berusia 15–18 tahun untuk berkolaborasi dan berjejaring.

Kegiatan indoor workshop mencakup materi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dasar perancangan proyek, pengenalan sektor energi, serta penguatan soft skills. Materi disampaikan oleh fasilitator dan praktisi dari bidang pendidikan dan energi. Pembelajaran dilengkapi dengan outdoor learning experience melalui kunjungan ke Nathabumi sebagai pembelajaran langsung dengan industri pengelolaan limbah, Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang menerapkan teknologi ramah lingkungan, Kantor SKK Migas, serta Museum Nasional. Kegiatan ini bertujuan membantu peserta memahami keterkaitan antara pendidikan, teknologi, dan sektor energi secara langsung.
