Terdengar aba-aba dari petugas bandara untuk memulai kegiatan ini, mulai beranjak dari kursi malas ini. Kuambil topi dan mengenakan rompi yang labelkan tanda Palang Merah yang dicetuskan oleh Henry Dunant masih digunakan hingga sekarang. Sebuah kebanggaan tersendiri aku dapat mengenakan atribut ini, dengan gagah berani aku berjalan percaya diri.
Diberikan sebuah mangkuk berisikan cairan merah, sebuah reka palsu yang dianggap adalah darah. Kukenakan dikedua lengan agar terlihat seperti luka ringan agar mudah saat nanti perubahan peran.
Diawal potongan scene ini aku menjadi tim medis untuk menolong mereka yang senyum-senyum saat terluka. Untuk pertama kali, aku melihat orang bahagia walaupun kesusahan. Hujan tidak menggugurkan semangat ini untuk mengeluarkan potensi dengan maksimal, terdengar aba-aba sebagai apresiasi melalui toa dari petugas, mulai kugerakkan kaki malas ini untuk berlari kedalam simulasi pesawat berisikan orang-orang terluka sambil membawa tandu, kuangkat seorang bapak-bapak yang lumayan berat.
