Kemarin petang, saya, Mas Fauzil Adhim, dan Mas Suwahya diizinkan Allah mengunjungi Ustadz Muhammad Jazir, atau yang biasa kami panggil Mas Jazir, yang sedang diuji Allah dengan sakit. Nafasnya tersengal-sengal, wajahnya keletihan seperti kurang tidur, di hidungnya terpasang selang oksigen.
Namun, begitu selesai mendoakan kesembuhannya dan kami bertanya, “Ada pesan apa Mas?”
semangatnya seperti terbakar.
Laki-laki yang hampir 40 tahun lalu adalah pemuda yang membangkitkan Masjid Jogokariyan dan meng-ASEAN-kan buku IQRO’
itu berpesan:
“Kita harus terus menggalakkan gerakan pendidikan politik di kalangan umat Islam. Karena para tokoh politik di tingkat pusat sampai ke daerah sebagian besar tidak memahami, bahwa sesungguhnya ‘Negara Indonesia’ ini adalah gagasan besar umat Islam.
Kita jangan sampai disesatkan oleh pikiran orang-orang sekular, yang tidak menginginkan umat Islam berpikir tentang negara. Sebelum dan selama dijajah Belanda, yang ada di wilayah ini kan negara-negara hasil dari berbagai konflik. Di Jawa saja ada negara Yogyakarta, Paku Alam, Mangkunegara, Paku Buwana, Sumenep, begitu juga di luar Jawa.
