Berita

Pesan Ustasz Jazir: “Galakkan Pendidikan Politik”

Pesan Ustasz Jazir: “Galakkan Pendidikan Politik”
Pesan Ustasz Jazir Galakkan Pendidikan Politik

Kaum sekularnya tidak mengambil jalan yang benar qital (perang).
Mereka mudah diadu domba dengan para pejuangnya sendiri yang ingin merebut kedaulatan. Di Indonesia, para pemimpin partai tipenya tipe kompromistik, sehingga kekuatan partai itu dibiayai oleh para pemilik modal, hasilnya bersatunya penguasa dan pengusaha. Maka pimpinan partai kaya, pejabat kaya, pengusaha makin kaya, tapi rakyat tetap miskin. Lalu ada penguasa luar yang kekuatan modalnya lebih besar menjadi pengendali semuanya. Itulah makanya Kongres Umat Islam Pertama (7 November 1945 di Yogyakarta) salah satu judulnya “Kapitalisme Berdosa Dan Bersatulah Kaum Melarat”. Maka kita sebagai orang melarat, harus bersatu untuk melawan Kapitalisme itu.
Maka ada lagu begini..”

Mas Jazir tiba-tiba mengepalkan tangan kanannya lalu menyanyikan
Mars “Majulah Sukarelawan”:

Bulat semangat, tekad kita
Barisan Sukarelawan Indonesia
Berpegang sangkur siap bertempur
Tiap tantangan kita lawan pantang mundur, (hey!)

Awas Imperialis durhaka
pasukan rakyat kita kuat perkasa
Ini dadaku mana dadamu
Kamu menyerang kita ganyang jadi abu

Ayolah kawan buruh tani, pemuda dan angkatan kita
Maju melawan siap senjata dan cukupkan sandang pangan
Pastilah menang, pastilah menang, pasti menang Revolusi ’45

Belum sempat bait terakhir itu beliau nyanyikan, azan Maghrib
berkumandang dari Masjid Jogokariyan. Kami pun pamit.
Yogyakarta, 5 Jumadil Akhir 1447
Dzikrullah W. Pramudya