Teraju.id, Kota Baru –
Taman Akcaya dapat julukan sebagai Korem kedua. Mengapa masyarakat menamainya Korem Kedua? Penamaan ini dikarenakan Taman Akcaya sudah seperti Korem tempo sebelum direnovasi. Di mana terdapat banyak pedagang membuka lapak malam hari mulai dari makanam, minuman, hingga pakaian dalam pun diperjualbelikan.
Walikota Pontianak H. Sutarmidji, SH, M. Hum ingin dalam pengelolaan dan perbaikan Taman Akcaya harus berkoordinasi dengan pihak PLN, agar bila dilakukan penebangan atau penataan tata letak pohon tidak merusak kabel tiang listrik dan tidak memicu masalah arus pendek hubungan listrik.
Walikota juga meminta kepada Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum untuk mengubah, membongkar, mengganti material yang telah dipakai dalam pengelolaan taman tersebut. Selain itu Walikota juga meminta setiap pohon yang telah ditutupi material itu dibongkar karena terlihat sangat kecil dan berefek buruk sehingga pohon pohon itu kelak akan mati bujang.
Kemudian Walikota meminta setiap pohon diberi ruang pot 1 x 1 meter dan diberi tanah agar pohon tersebut dapat hidup dan bermanfaat.
