in , ,

Bang Midji Larang Dagang Celana Dalam di Korem Kedua

Teraju.id, Kota Baru –
Taman Akcaya dapat julukan sebagai Korem kedua. Mengapa masyarakat menamainya Korem Kedua? Penamaan ini dikarenakan Taman Akcaya sudah seperti Korem tempo sebelum direnovasi. Di mana terdapat banyak pedagang membuka lapak malam hari mulai dari makanam, minuman, hingga pakaian dalam pun diperjualbelikan.

Walikota Pontianak H. Sutarmidji, SH, M. Hum ingin dalam pengelolaan dan perbaikan Taman Akcaya harus berkoordinasi dengan pihak PLN, agar bila dilakukan penebangan atau penataan tata letak pohon tidak merusak kabel tiang listrik dan tidak memicu masalah arus pendek hubungan listrik.

Walikota juga meminta kepada Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum untuk mengubah, membongkar, mengganti material yang telah dipakai dalam pengelolaan taman tersebut. Selain itu Walikota juga meminta setiap pohon yang telah ditutupi material itu dibongkar karena terlihat sangat kecil dan berefek buruk sehingga pohon pohon itu kelak akan mati bujang.

Kemudian Walikota meminta setiap pohon diberi ruang pot 1 x 1 meter dan diberi tanah agar pohon tersebut dapat hidup dan bermanfaat.

Baca Juga:  Airlangga Pantau Komoditas di Pasar Flamboyan Pontianak

“Jadi kita akan menata Taman Akcaya karena kan ini kumuh sekali. Pedagangnya nanti kite tata. Dan nda ade yang boleh jual celane dalam, jual kaos, jual ape di sini,” ungkap Walikota yang akrab disapa Bang Midji saat kunjungan lapangan, Selasa (13/9/16).

“Taman itu nda boleh jual pakaian, yang boleh tuh jual makanan, minuman. Itu pun makanan jadi. Kemudian nanti akan ade Rumah Baca, supaya taman nanti itu harus tampil untuk memperindah taman,” tambahnya.

Bang Midji ketika inspeksi mendadak ini marah-marah. Katanya, “Yang saya sebenarnya agak kecewe ini dengan konsultan yang ada di Pontianak ini. Daya imajinasinya tidak begitu kuat sehingge kesannye die buat itu asal aja!”

Walikota ingin konsultan perencana juga harus tahu bahan berkualitas, sehingga ketika desain itu diimplementasikan, maka hasilnya indah. “Ini liat, batu dan sebagainya dipake batu asal-asal ajak. Saya minta dibongkar ganti baru dan harus betul-betul indah. Kalo ndak indah bukan taman namanya!” tekak Bang Midji seraya tunjuk sana-tunjuk sini.

Baca Juga:  Airlangga Pantau Komoditas di Pasar Flamboyan Pontianak

Sepanjang sidak Taman Akcaya, Bang Midji mengarahkan banyak hal. Ia meminta pohon-pohon harus diperhatikan, yang tua itu disiangi jangan ditebang. Pohon yang baru ditanam dirawat. Pemangkasan juga jangan sembarangan. Dan bang Midji berharap tahun ini Taman Akcaya bisa selesai, dan bisa dinikmati masyarakat.

“Memang tanah ini sebagian masih tanah provinsi. Tapi tidak boleh dibangun hanya taman. Nah, kite sudah minta izin ke Pak Gubernur supaye tanah ini kite yang nata. Dan lahannya menjadi Hak Pinjam Pakai. Tapi fungsinya tetap ruang terbuka hijau. Nda boleh die jual pakaian malam-malam disini, saye tadak mao. Kalo mao jual makanan masih bise kite arahkan ke jalan-jalan dalam. Nah kalo boleh nda bise tertib saye larang lagi kayak Alun-Alun Kapuas. Nah itu kadang yang merusak. Harusnya bisa menjagelah termasuk yang jual mobil bekas tuh suruh cari tempat lain jak, buka showroom lah same-same,” tegasnya.

Written by teraju

Mencari Pemimpin yang Kuat

Mengenal Budaya Asing di International Culture Festival