Saya tahu bekam sehat dari Drg Heru Wijaryadi Zarkasih. Alumni kedokteran Universitas Indonesia ini kerap bekam. Ia sehat. Segar bugar. Padahal ia dokter jebolan universitas bonafid. Andalan sehatnya tidak dengan obat-obatan kimiawi. Tapi darah kotor mengandung racun dan bibit penyakit dikeluarkan saban sebulan sekali.

45 tahun, baru kali ini saya dapat tempat bekam yang higienis sesuai standar paramedis. Teknis penjelasan saintifik sistematis. Ilmiah. Empiris. Plus relijius. Badan saya disapu minyak zaitun yang lembut dan wangi. Kulit jangatnya dilembutkan terlebih dahulu karena bungas. Baru pertama kali. Barulah cungkup dipasang dan angin disedot. Ada titik khusus sunah bekam. Titik tawaf darah juga ada. Kesemua itu saya baru tahu dan aneh bin ajaib, tak ada rasa sakit sedikitpun. Badan rasanya ringan. Persendian plong. This was new Nuris, pikir saya. Nuris 20 tahun reborn! Suka saya. Terpatri dalam hati untuk bekam rutin sesuai tarikh Qomariah. Nabi bilang ada 3 hari puncak dimana gaya tarik bulan sangat mempengaruhi kualitas darah manusia. Kapan itu, sila cek hadits sohihnya.
