Jika ada orangtua atau saudara berkunjung menjenguk salah satu warga, biasanya membawa cendera mata, apa saja. Tak mungkin membagikan satu per satu ke tiap kamar warga. Bel poto-poto menjadi andalannya. Pencet saja bel ini, dalam hitungan detik semua warga sudah berkumpul secepatnya. Tak butuh waktu lama, cendera mata sudah selesai terbagi rata. Inilah serunya.
Kadang ada juga senior dari berbagai penjuru nusantara atau bahkan mancanegara datang berkunjung melepas rindu pada asrama. Ingin mengajak juniornya makan di luar asrama. “Perbaikan gizi,” kata warga, sambil tersenyum dan tertawa penuh bahagia. Bel poto-poto dipencet sebagai pertanda undangannya.
Aku tak tahu, apakah bel poto-poto itu masih di sana, dan setia menjalankan tugas mulianya. Menjaga solidaritas antar sesama warga. Kalaupun bel ini sudah tiada, semoga semangat solidaritas itu masih terpelihara, abadi sepanjang masa.
Salam rinduku untuk Bintaran Tengah 10 Yogyakarta. *
