“Visi-Misi pasangan YES juga menyasar aspek digitalisasi dalam proses pemberdayaan ekonomi yang tentunya bisa untuk pencegahan radikalisme. Karena radikalisme itu berakar dari ketidakadilan ekonomi dan politik, kedua hal itu mesti diatasi secara bertahap,” kata Wabub Lamongan.
Pemkab Lamongan, kata Wabub, juga tengah menggagas dan akan membahas program desa cegah radikalisme guna pelibatan elemen masyarakat di level desa dalam deteksi dini serta pencegahan radikalisme dan terorisme.
“Hal itu [Desa Cegah Radikalisme] sedang digagas dengan melibatkan beberapa OPD, Pak Bupati juga telah memberikan green light untuk dibahas lebih jauh. DPMD dan Bakesbangpol mungkin akan jadi leading sectornya,” kata Wabub.
Kabid. Media, Humas dan Hukum FKPT Jatim, Yuristiarso Hidayat mengatakan pelaksanaan Talkshow Ngopi Coi edisi perdana ini secara umum tetap seperti pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Pada Talkshow Ngopi Coi di Lamongan ini yang menjadi pembicara Direktur Pencegahan BNPT, Brigjend Pol. R. Achmad Nurwakhid serta Wakil Bupati Lamongan KH. Abdul Rouf dengan host praktisi film yang dikenal sebagai penulis skenario dengan berbagai penghargaan yaang kini juga pegiat media sosial, Swastika Nohara,” kata Yuris.
Secara khusus Yuris menyebutkan selain melibatkan peserta 91 orang secara offline, Talkshow ini juga diikuti oleh 127 secara online melalui youtube streaming dan 42 orang melalui fasilitas zoom meeting.
