Inefisiensi penggunaan anggaran juga menjadi fakta yang merebak dimana-mana. Rakyat menjadi tak percaya pada pemimpinnya. Kualitas demokrasi elektoral kita juga menjadi taruhannya. Dan banyak sekali tantangan dari otonomi yang harus kita carikan solusinya. Walaupun tentu saja, kita harus bersyukur bahwa otonomi jelas memberikan dampak yang positif bagi seluruh daerah di Indonesia.
Dalam sambutan awalnya, Walikota Pontianak menyampaikan beberapa hal.
Pertama, bahwa pemerintah Pontianak sudah melakukan berbagai macam inovasi terkait dengan pelayanan publik. Semua interaksi warga dengan pemerintah terkait kebutuhan publiknya, bisa secara efektif dilakukan.
Kedua, berbagai macam inovasi tersebut dikerjakan oleh banyak anak muda Pontianak lulusan luar negeri yang memang disekolahkan oleh daerah.
Ketiga, jumlah pegawai pemerintah daerah di Kota Pontianak mengalami penurunan drastis. Jika pemerintah pusat dan banyak daerah di Indonesia mengadakan atau mengerjakan jumlah Aparatur Sipil Negara sebanyak 1,6 % dari jumlah penduduk, maka Pontianak hanya menggunakan 0,8% dari jumlah penduduk. Dan ternyata bisa bekerja secara efektif dan efesien dalam melayani masalah rakyat.
