Kedua, Fahri Hamzah adalah salah satu tokoh utama dari Peristiwa Mei 98. Bersama Amin Rais dan banyak tokoh reformasi lainnya, Fahri Hamzah telah menjadi simbol dari pergulatan generasi baru bangsa ini melawan otoritarianisme kekuasaan dan kebuntuan zaman. Dan di tengah krisis itulah, generasi baru ini lahir dan menawarkan tesis baru bagaimana kita mengelola negara. Generasi ini; yang dulu nyala apinya menerangi gelap yang berbilang lama, harus turun tangan lagi.
Menularkan memori gelombang duapuluh tahun lalu; menularkan semangat dan optimisme kepada kaum muda hari ini.
Bersama Walikota Pontianak H. Sutarmidji, Fahri Hamzah juga disandingkan dalam Dialog Kebangsaan dengan tema “Narasi Besar Kepemimpinan Daerah Untuk Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Barat”. Tema ini sengaja diambil juga karena beberapa alasan. Pertama, tema kepemimpinan adalah tema yang mengemuka di Pontianak dan Kalbar.
Kontestasi politik Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat tinggal beberapa bulan lagi. Semua bicara tentang itu. Aktivis harus menjadikan tema suksesi sebagai tema utama diskusi.
Kedua, tema kesejahteraan rakyat sejatinya adalah tema yang bertalian dengan Roadshow Reformasi yang sedang Fahri Hamzah lakukan. Poin kelima dari enam Visi Reformasi adalah otonomi daerah yang seluas-luasnya.
