Di kawasan Masjid Raya Mujahidin juga demikian.Pohon pinang yang tinggi menjulang tumbang.
Di Kompleks Purnama Agung VII, seorang ibu mengalami kecelakaan tunggal akibat diterpa angin kencang tersebut. Matanya tersirap debu, sementara jalan licin. Tak pelak dia jatuh dan mengalami luka parut di wajah dan sekujur tubuhnya.
“Oleh pihak keluarga, korban tidak dirujuk ke rumah sakit. Korban dipapah ke rumah oleh keluarganya,” kata Siswadi, Ketua RT 07.
Angin topan yang melanda Kota Pontianak juga menyebabkan putusnya aliran listrik. Perkantoran dan pertokoan gelap. Kecuali yang memiliki genset atau energi listrik cadangan.

Syukurnya angin kencang itu tak berlangsung lama. Hanya sekira 30 menit. Listrik pun kembali menyala.
“Kami mendata jumlah rumah yang rusak karena angin kencang ini. BPBD bersama Basarnas bersiaga jika terjadi angin kencang susulan,” kata petugas di BPBD Kota Pontianak.
