“Saat ini kami belum bisa melayani kendaraan angkutan umum untuk keluar masuk karena pihak Malaysia belum mempunyai unit pelayanan asuransi,” kata Kepala PLBN Badau, Agato Limat ditemui Rabu, 7/11/18. Menurutnya kendaraan angkutan umum seperti Damri hanya sampai Pasar Badau. Penumpang turun, dan tujuan Kuching bisa menaiki kendaraan umum Malaysia yang menunggu di Border Lubuk Antu. “Kita punya unit pelayanan sudah lengkap semua. Tinggal menunggu pihak Malaysia. Katanya tahun 2019 sudah bisa seperti Border Entikong-Tebedu,” lanjutnya seraya mengatakan bahwa dia mengikuti pertemuan di Kota Kuching tentang kesiapan Malaysia memenuhi unit pelayanan asuransi di bagian imigrasi Lubuk Antu.

Kondisi pelayanan di PLBN Badau belum sibuk seperti Border Entikong. Dibuka pukul 07.00 dengan kesibukan pelintas lokal. WNI lebih banyak ke Lubuk Antu untuk bekerja atau membeli barang makanan. Adapun pelintasan ciri khas Border Badau adalah mobil tanki CPO. 15-30 unit per hari.
Presiden RI Joko Widodo beserta ibu negara dan rombongan meresmikan PLBN Terpadu Badau pada Kamis (16/3/2017). Dengan dibukanya pintu perbatasan ini, Presiden Jokowi berharap Indonesia bangga punya wajah terdepan bangsa yang qualifide. Tidak hanya Badau, tapi juga tujuh border di seluruh Indonesia.
