Saat saya berkunjung 6-9/11/18, Kementerian PUPR sedang menyelesaikan pembangunan PLBN Tahap II yakni zona sub inti dan pendukung dengan kotrak multiyears 2017-2018 sebesar Rp 167 miliar. Kegiatan ini berupa perumahan petugas kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan pengamanan, rumah ibadah, tempat makan, Wisma Indonesia, gedung serbaguna, kantor pengelola, serta pekerjaan pendukung lainnya.
Demi melihat bangunan Wisma Indonesia dll di tahap kedua ini saya berdecak kagum. 65 unit rumah yang dibangun untuk petugas sudah layaknya cottage di Hotel Putri Duyung, Ancol, Jakarta.

“Saya sudah tak sabaran menggunakan rumah dinas ini,” kata Mat Tohir, staf PLBN. Warga Jeruju Kota Pontianak ini mengaku, “tempo doeloe” dia setiap tiga bulan jengah dan tidak betah, selalu pulang kampung. “Kini, saya mau angkut anak dan istri pindah ke Badau,” akunya. Mat Tohir bangga membawa kami keliling gedung-gedung baru, juga masuk ke dalam rumah ala Putri Duyung, Ancol.
Rumah dinas telah menunggu dengan segenap fasilitasnya yang aduhai punya. Listrik solar cell untuk penerangan kompleks, tata ruang yang nyaman, dan arsitektur yang cantik.
“Kami tidak membongkar rumah penduduk. Lokasi border Badau ini luas sehingga leluasa untuk dikembangkan sebagai kota mini yang modern,” kata Manager Konstruksi Nurcahyo.
