“Menurut rencana, Wisma Indonesia ini akan diresmikan Presiden tahun 2019,” lanjut Nurcahyo.
Saat peresmian PLBN Terpadu Badau bersama Presiden, Menteri PUPR Basuki menjelaskan, anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan tujuh PLBN sebesar Rp 943 miliar. Tujuh PLBN Terpadu yakni PLBN Entikong, Badau, dan Aruk di Provinsi Kalbar, serta PLBN Motaain, Motamasin, dan Wini di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan PLBN Skouw di Provinsi Papua. Adapun Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo menuturkan, pengembangan ekonomi di Badau harus dilakukan menyeluruh.

“Kota Badau sendiri pusat ekonominya sudah ada, tinggal kita kembangkan misalnya melalui pembangunan jalan lingkar yang akan menumbuhkan permukiman-permukiman di sekitar. Pengembangan lainnya juga membutuhkan dukungan lintas sektoral,” ujarnya.
Selain PLBN, Kementerian PUPR juga membangun Jalan Lintas Perbatasan RI-Malaysia, khususnya Jalan Perbatasan yang dilakukan secara swakelola bersama Satuan Zeni TNI AD untuk membuka kawasan yang masih terisolir di perbatasan.
Selain itu infrastruktur permukiman untuk mendukung kawasan perbatasan Badau dengan alokasi APBN Rp106,6 Miliar dengan progres konstruksi saat ini sebesar 95 persen , dan akan selesai akhir tahun ini.
