teraju.id, Cianjur – Sunyi senyap di ujung sawah itu. Hanya ada suara jangkrik dan bangkong alias kodok sawah. Sesekali pria di dekat pintu depan itu tersenyum. Semringah. Bahagia.
Omo Bin Hasbulloh, pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 6 Agustus 1975 ini adalah warga Kampung Sumedang RT001/RW001, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menanggung derita besar yang sudah sangat lama menghantam keluarganya. Satu keluarga Omo, mengidap penyakit Parkinson atau Kelumpuhan, serta Kaki Gajah. Namun selama bertahun-tahun, warga menganggap itu adalah penyakit aneh.
Pengertian Parkinson menurut medis adalah penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan mempengaruhi bagian otak yang berfungi mengoordinasikan gerak tubuh, yang mengakibatkan penderita kesulitan mengatur gerakan tubuhnya, termasuk saat berbicara, berjalan, dan menulis.
“Saya bersyukur atas bantuan bapak Kapolsek Kadupandak,” tutur Omo mengawali percakapan.
Omo tidak menyangka jika ia bersama saudaranya dibantu semua pihak. Oleh karena itu, Omo mengucap rasa syukur kepada Alloh SWT atas bantuan-bantuan yang diberikan demi kesembuhan keluarganya.
