Daerah

Redam Isu “Hoax” IKBM Silaturahmi ke MABM

Redam Isu “Hoax” IKBM Silaturahmi ke MABM
Kiri ke kanan: Ketua MABM Kalbar Prof Dr H Chairil Effendi, Ketua IKBM H Sukiryanto dan Sekum IKBM Kalbar HM Fauzie mengeratkan genggaman tangan tanda rukun, kompak, bersatu di penghujung pertemuan silaturahmi, Kamis, 15/2/18. Foto Nuris

Chairil mengimbau agar warga masyarakat Melayu tidak mudah terpancing dengan isu-isu provokasi. “Kita serahkan sepenuhnya kepada polisi yang sudah tanggap dengan kejadian ini, sementara tokoh masyarakat terus menyejukkan situasi. Kita tidak mau peristiwa seperti ini mengganggu aktivitas di tahun politik,” timpalnya.

Hal senada dikemukakan Sukiryanto. Dia mengimbau agar oknum pelaku di dalam perkelahian, yang belum tertangkap untuk dapat menyerahkan diri secara suka-rela. “Saya selaku Ketua IKBM mengimbau agar oknum warga yang ikut melakukan perkelahian, namun belum tertangkap alias Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk dapat menyerahkan diri. Hal itu akan lebih baik,” ungkapnya.

“Kami tidak menarik kasus perkelahian di Pasar Flamboyan pada Rabu, 14 Februari pagi ke wilayah etnik. Kami sependapat bahwa kasus seperti ini merupakan peristiwa kriminalitas murni yang bisa menimpa suku mana saja,” tambah Nagian Imawan.

Di dalam silaturahmi antara IKBM dan MABM Kalbar ini juga menegaskan bahwa kedua organisasi etnik serta budaya ini mewaspadai kabar bohong (hoax). Kabar bohong yang berbau kipas-kipas bara api konflik ini masih terlihat di media sosial. Kedua organisasi ini berharap aparat dapat menghentikan pemilik akun yang menebar kabar bohong yang cenderung berbahaya bagi Kalbar tersebut.