Maka sejak 15 tahun terakhir ini Kalbar aman-amin-aman-nyaman. Kini kami bangkit. Bangkit membangun diri dan negeri. Atas nama reformasi total dan bermula dari moral. Moral Elang Rajawali Garuda Pancasila. Maka kami giat meluruskan sejarah bangsa dan negara demi rasa cinta. Cinta harkat dan martabat Nusantara. Cinta umat manusia. Dan begitu pesan Allah-Tuhan Yang Maha Esa: Bahwa manusia dicipta untuk jadi khalifah/pemimpin memakmurkan bumi. Kedua, fungsi dicipta sebagai pemimpin itu untuk mengabdi tanpa pamrih kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, untuk mencari ridho-bukan mencari harta-tahta-wanita dan ekstravaganza.
Lalu apa lagi istimewanya Borneo Barat dengan ibukota Pontianak ini? Ini pointers keempat kenapa daerah ini istimewa: Bangunan pertama kali berdiri adalah rumah ibadah. Jamee Abdurrahman Alqadrie namanya. Mesjid ini tempat ibadah juga musyawarah. Pusat dagang dan pendidikan. Pusat akulturasi etnis. Mesjid adalah pusat peradaban di negeri muslim manapun di dunia. Lokasi yang aman bagi semua etnis dan agama. Begitu Pontianak sejak 1771. Maka sejak 1771 kami bangsa yang tidak pernah dijajah sampai kini. Termasuk oleh Belanda yang menjajah Indonesia 3.5 abad lamanya. Kami anak NKRI yang sejak 1771 merdeka semerdeka-merdekanya. Kini kita boleh buka cerita. Cerita ini istimewa punya.
