Berita

Gak Cukup Uang…

Gak Cukup Uang…

Lengkap nasi, dibungkus kertas nasi, kemasan terbaik paper pack, lauk di mika ganda, sayur, protein nabati, hewani, kadang ditambah krupuk dan sendok plastik. Semua dihadirkan dalam kualitas maksimal, tapi angkanya harus di 10 ribu.

Bahkan 10 ribu ini pun sudah dengan kegiatan manajemen Yayasan yang bekerja menjaga arus donasi. Semua dipaksa make it happen.

Maka kalo mental juang di produksinya gak ada, entitas filantropi Berkah Box ini sudah lama tiada. Atas pertolongan Allah, atas karunia Allah, Allah karuniakan mental ini. Alhamdulillah.


Saya pribadi kerja daily base nya adalah komunikasi ke publik, menjalin konten informasi ke donatur. Begitu donasi masuk, agar pola syariat dan compliance nya terjaga, yayasan belanja pada mitra produksi yang dibangun untuk mengejar spek yang kami inginkan.
Kerja komunikasi, kerja content, walau ia adalah ujung tombak, tapi tetaplah ia hanya mengalirkan uang kedalam entitas.

Tim yang mengeksekusi amanah ummat itulah yang lebih sensitif, karena nasi box lah yang dirasakan oleh ummat.

Kompetensi masak itu tangible, tapi kompetensi mental batin melayani ummat itu sangat intangible. Bagaimana tetap punya mental melayani ummat penerima manfaat, walaupun saudara kita gak bayar, dapat gratis.

Ini perlu mental tanggung jawab yang tinggi, perlu kompetensi intangible yang gak sembarangan.