Ada agenda serius di MABM. Bagaimana bisa wakaf produktif tumbuh. Juga menerima wakaf Pemprov seperti Mujahidin di masa Usman Jafar. Termasuk menyelesaikan gedung mangkrak Pemda dengan jalur CWLS dimana Yunda menyalurkan sampai 3k triliun! Mesti dimanfaatkan secara proporsional dan profesional.
*
Maksi? Oh iya kita lupa makan siang.
Yunda ingin yang segar segar. Bukan makan berat. Jatuhkan pilihan pada bakso Tyga Sapi. Lahap semua. Kenyal dan terasa dagingnya. Sebab daging tiga ekor sapi loh hehehe. Apa tak ngaldu? Ngesop iga lagi…
Lagi lagi kuliner khas Pontianak dapat pujian.
Kami kemudian meluncur ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di Kubu Raya. Tak jauh. Sepelemparan batu saja dari Transmart Chairul Tanjung si Anak Singkong yang menjadi milionaire Indonesia.
Di sana kami disambut Drs H Nilwani, M.Si dan majelis pemberdayaan wakaf.
Berkisah tentang ZISWAF Produktif seantero Muhammadiyah yang rapi jali. Lanjut ke Munzalan Tower. Dimulai dengan Ashar berjamaah hingga Maghrib dengan bacaan Al Mulk-nya, sampai Isya berjamaah dengan makan malam Nasi Goreng Abu Special-nya. Hingga pukul 21.00. “Di Munzalan menjadi salah satu perjalanan hidup terindah bagi saya,” puji Yunda Dwi Hadiningdyah di hadapan KH Lukmanul Hakim yang bela-belain kembali dari Pidie-Aceh untuk menyambut tamu khusus Direktur Finansial Sosial Syariah KNEKS RI ini.
